Gombal
Thursday, April 10th, 2008"Kenapa perempuan senang digombali?" Pertanyaan ini sulit dijawab, hanya saja ketika pertanyaan diubah menjadi "mengapa orang senang digombali?" Pertanyaan ini menjadi lebih mudah untuk dijawab.
Stop! jangan berpikir ini akan bercerita tentang masalah Gender or what so ever, ini tidak lain tidak bukan hanyalah masalah seseorang yang dapat dengan mudahnya percaya terhadap sesuatu yang bahkan sangat jelas bohongnya.
Seringkali terlihat betapa kerasnya kerja seseorang yang memiliki harapan untuk menjadi orang kaya, bahkan bersedia mengikuti arisan berantai maupun money game dengan harapan dapat mendapatkan modal untuk menjadi kaya. Ketika mengikuti arisan berantai yang biasanya sangat tidak masuk akal, seseorang sebenarnya sedang berada dalam proses digombali.
Demikian juga yang sering terjadi adalah seseorang dengan mudahnya jatuh ke pelukan seseorang hanya dengan kata-kata manis. Lebih gawat lagi adalah ketika buaya darat itu melakukan kesalahan, dapat dengan mudah dimaafkan pasangannya hanya dengan modal rayuan maut yang gombal.
Berdasarkan dua contoh diatas apakah ini berarti manusia itu pada dasarnya mudah untuk dibohongi dan digombali?
Ketika seseorang memiliki suatu kebutuhan, maka ia akan berupaya serta
berharap untuk dapat memenuhi kebutuhannya itu, bahkan kalau perlu
dengan cara apapun. Persepsi akan terpenuhinya harapan dengan suatu cara yang dianggap mumpuni, membuat harapan seseorang melambung ketika ada pihak datang dan membawa cara yang dianggap dapat memenuhi harapannya tersebut.
Ketika harapan melambung dengan satu persepsi, membuat pikiran terfokus pada satu titik, yang terkadang meniadakan sudut pandang lain yang berbeda. Misalkan, anda terpesona pada wajah ganteng seseorang, maka bisa dipastikan anda akan melewati fakta kecil bahwa si ganteng memiliki telinga yang sedikit lebih besar sebelah, atau ada sayuran yang tersisa dideretan gigi putihnya. Fakta-fakta yang pastinya tidak akan anda lewati jika anda melewati satu harian penuh dengan si ganteng. Akan tetapi fakta itu pasti tidak akan anda perhatikan kalau anda sangat menyukai si ganteng pada pandangan pertama, memiliki harapan untuk dapat berkenalan dengannya dan hanya memiliki kesempatan bersalaman selama 5 detik dengannya.
Kesimpulan yang dapat ditarik adalah, jika anda digombali, biasanya anda akan sadar ketika gombal itu berakhir, atau setelah berlangsung lebih lama, dimana anda memiliki waktu lebih untuk mengenali tanda-tanda kegombalan dari seseorang, dan dapat mengembangkan sudut pandang berbeda tentang orang tersebut. Jadi selama sudut pandang maupun persepsi kita masih terfokus hanya pada satu hal yang diharapkan maka si penggombal dapat bereaksi lebih lama.
Kasus klasik adalah, seorang gadis yang kesepian dan sangat ingin memiliki pasangan, yang tentunya bisa dibawa kepada keluarganya dan menikah serta hidup happily ever after a la Cinderella. Ibarat gayung bersambut dengan harapan ini, datanglah seorang laki-laki yang tidak memalukan untuk dibawa ke keluarganya, juga menyatakan ingin segera menikah, dengan bonus romantis pula. Hanya saja sebenarnya laki-laki ini sebenarnya sudah memiliki istri yang katanya sudah tidak akur lagi. Ah.. karena sudah tidak akur lagi tentunya itu bukan fakta penting karena toh si pria ini tampak bersungguh-sungguh ingin menikahi si Gadis dan lagi pula si pria ini romantis dan jago merayu.
Ah.. tampak tidak penting juga bagi si Gadis bahwa kenyataannya si pria masih pulang ke rumah jika istrinya menelepon. Juga si Gadis melewati fakta bahwa si pria pernah beberapa kali ketahuan berbohong padanya, toh si pria selalu meminta maaf sambil membawa hadiah2 menawan.
Saat ini lah Gombalisasi sedang berlangsung. Pikiran rasional seorang Gadis yang cukup cerdas dapat di kelabuhi oleh persepsi dan harapannya sendiri, dengan dukungan perilaku gombal si Pria. Apakah si gadis tidak sadar dengan gombalisasi ini? sebenarnya sih sadar, hanya saja kerja limbic system dibatasi dengan persepsi maupun harapannya pada saat itu. Namun ketika harapannya tidak kunjung terjadi,maka mood dan emosi yang tadinya memfokuskan pandangan pada satu titik, pada akhirnya mencoba menerima dan menganalisis fakta-fakta lain yang selama ini diabaikan.
Oleh karena itu yang sangat dipahami oleh penggombal adalah, mempertahankan mood dan emosi korban hanya pada satu titik persepsi dengan cara membuat harapan korban tampak seperti akan terpenuhi dalam waktu dekat. Oleh karena itu semakin "besar dan sulit" harapan tersebut bagi korban, maka korban akan merasa "wajar" untuk melakukan pengorbanan, seperti layaknya ilmu ekonomi semakin tinggi permintaan maka harga akan semakin tinggi.
Oleh karena itu korban penggombalan tingkat tinggi ini biasanya akan sangat marah karena merasa ditipu, seperti korban-korban MLM/Money Game/ Investasi-gelap- dengan-bunga-sangat-tinggi yang bisa ngamuk berhari-hari didepan "kantor" investor mereka.
….. dituliskan berdasarkan saran dari seorang teman yang sangat ahli menggombal untuk menuliskan teori-teori sok tahu saya yang biasanya dimuntahkan ketika sesi-sesi curhat sedang berlangsung…. ditunggu lagi sesi-sesi berikutnya dr. F siapa tauk bisa jadi postingan Gombal seri 2 yang isinya tips-tips menggombal….