Archive for February, 2008

Automaticaly Procrastination

Tuesday, February 19th, 2008

Mungkin cerita ini cukup sering didengar atau bahkan dialami. Cerita tentang Swalas si mahasiswa pemalas yang sedang merayu temannya Prenbaik.  "Duh.. mati gue…tadi malem bukannya nyelesein tugas dari Pak Kilerabis, Dosen matakuliah anu yang galak banget itu… eh gue malah main Online games ampe pagi. Plis.. gue copy paste dari elo aja yaa,  ntar gue traktir elo deh".

Swalas ini sebenarnya berniat untuk menyelesaikan tugasnya dengan memulai membuka komputernya, hanya saja rasa malas menyergap. Ia pun berupaya untuk  membangkitkan mood menyelesaikan tugas dengan cara memulai pekerjaan-pekerjaan ringan seperti membuka, membaca dan membalas e-mail yang dilanjutkan dengan membaca beberapa blog yang kemudian dilanjutkan dengan bermain online games. Hanya saja ternyata tidak hanya mood mengerjakan tugas saja yang terbangkitkan, namun juga mood untuk terus melanjutkan permainan.

Prenbaik yang sudah sering menghadapi rayuan Swalas terheran-heran bertanya "Kejadian lagi Las? Kok bisa sih?" Swalas dengan wajah pasrah menjawab "Ngga tauk Pren…. kok kayaknya otomatis gitu nggak bisa diberhentiin"

Swalas rupanya sedang mengalami proses otomatis procrastination dengan melakukan game online, atau proses menunda pekerjaan otomatis (ini bukan istilah ilmiah).  Mengapa dikatakan otomatis, karena pada tataran kognitif manusia lebih mudah melakukan hal-hal yang sifatnya otomatis dari pada yang terkendali (controlled). Hal yang terkendali membutuhkan upaya untuk mengarahkan diri sedangkan untuk hal otomatis, biasanya hanya diperlukan sedikit upaya maupun intensi dalam melakukannya. Oleh karena itu hal yang otomatis itu juga hanya membutuhkan sumberdaya perhatian yang tidak besar dibandingkan dengan tindakan yang terkendali.

Mengapa game online maupun komputer dapat dengan mudah menjadi tempat favoit Swalas untuk melakukan proscratination atau menunda pekerjaan? Tidak lain tidak bukan karena tidak terlau banyak hal yang harus dipikirkan ketika bermain dengan komputer, dan Swalas telah terbiasa untuk melakukan hal-hal yang dilakukan dengan komputer maupun game online dibandingkan menyelesaikan suatu tugas yang lebih spesifik, lebih sulit, lebih banyak yang harus dilakukan maupun dipikirkan, serta tidak biasa dilakukannya seperti menyelesaikan tugas kuliah.

Selain itu terkadang karena sangat otomatisnya Swalas membuka game online saat membuka email, hal ini membuat Swalas lupa akan niat awalnya untuk menyelesaikan tugas, dan ia keasikan bermain sampai pagi. Hal ini terkait dengan pembiasaan (dalam hal ini membuka e-mail sekaligus dengan game online) dan terjadinya slip atau kesalahan yang berkaitan dengan proses otomatis.

Untuk dapat terselamatkan dari kesalahan dalam menjalankan proses otomatis ini, tidak lain tidak bukan Swalas harus menjaga span atensinya terhadap tugas yang diberikan, alias berupaya lebih untuk dapat memberikan atensi maupun konsentrasi terhadap tugas-tugas yang diberikan.

Bagaimana cara untuk tetap pada rentang atensi yang diinginkan salah satunya adalah konsentrasi maupun menggunakan alat bantu agar antensi tersebut tetap terjaga. Hanya saja menjaga rentang atensi tetapi pada yang diinginkan memang sulit…. buktinya saya masih tetap melakukan automaticaly procrastination with computer instead of doing something else with my tasks. What a waste…