JANGAN….
Sunday, December 30th, 2007Alkisah si Oneng pergi berkunjung ke rumah familinya. Hari itu hujan deras dan Oneng tidak memiliki payung, sehingga ia terpaksa meminjam payung dari Emak, dengan pesan "Awas JANGAN sampai hilang" . Mengingat sifat Emak yang kikir Si Oneng berpikir "JANGAN sampai payung Emak ini ketinggalan" itu terus yang dipikirkannya. Saat sampai di tujuan hujan telah reda, dan menjelang Oneng akan pulang matahari pun telalh bersinar dengan terangnya…. dan dalam perjalanan pulang Oneng menyadari bahwa ia MENINGGALKAN payung Emak.
Apakah kisah si Oneng ini juga sama dengan kisah anda?? (kalau saya sih akan jawab "yes I do"). Apakah Oneng sedemikan "oon"-nya sehingga ia meninggalkan payung Emak?
Rasanya taraf kecerdasan tidak bicara banyak untuk kasus ini, yang terjadi adalah terjadi kesalahan teknik dalam pemrograman otak. Otak kita lebih mudah untuk menerima hal yang disampaikan secara positif maupun hal yang telah biasa /sering dilakukan. Oleh karena itu jika Anda kehilangan satu barang pertama-tama pasti anda akan mencarinya di tempat favorit, dan hal itu terkadang dilakukan secara otomatis ketika anda mencari benda tersebut. Artinya pembiasaan dapat menjadi program luar biasa bagi otak anda.
Pada kasus Oneng, ia tidak terbiasa dengan payung tersebut dan berada pada tempat yang tidak dikenal oleh program otaknya. Hal ini membuatnya harus memanfaatkan semua fasilitas yang ada untuk mengingat beberapa hal sekaligus, pertama dengan persepsi ia harus mengenali tempat ia meninggalkan payung Emak dan memanfaatkan memori untuk mengingat tempat tersebut. Kemudian ia harus memprogram otaknya untuk mengingat bahwa ia harus membawa payung Emak kembali bersamanya. Hanya saja ia memberikan tugas yang sedikit rumit bagi otak yaitu mengingat JANGAN meninggalkan payung.
Otak terbiasa untuk berpikir secara positif, sehingga ketika diberikan tugas dalam bentuk negatif seperti "JANGAN", membuat otak harus mengingat dua hal yaitu meninggalkan dan JANGAN (meninggalkan). Ilustrasi yang mudah adalah ketika anda diminta untuk "JANGAN BERPIKIR TENTANG GAJAH BERWARNA PINK". sesaat setelah anda membaca kalimat diatas, saya berani bertaruh bahwa yang anda pikirkan pertama kali adalah Gajah berwarna Pink. Yang akan terekam lebih kuat oleh otak adalah pesan utamanya yaitu
meninggalkan, jika kita kurang berkonsentrasi atau dalam proses
mengingat kembali terganggu oleh hal lain, maka perintah kedua (JANGAN)
tidak tersimpan atau terpanggil dengan baik.
Oleh karena itu akan lebih memudahkan jika kita menggunakan bahasa-bahasa yang lebih positif seperti yang kita harapkan. Pada kasus Oneng di atas, akan lebih baik jika Oneng berpikir "saya harus membawa payung itu pulang", sehingga memudahkan otak untuk di program sesuai dengan yang kita inginkan….
Hiks… tapi teori tetap teori… kenyataannya kita suka sekali mengambil jalan pintas dengan berkata JANGAN. Seperti Jangan meninggalkan Hape di Kereta….. Jangan ketinggalan buku catetan primbon di rumah teman karena hape sudah ketinggalan dikereta.
Daaaan………. terjadilah itu semua….. Huaaa…… all prens….. kirimin no. telepon relasi, sejawat dan nomor apa aja deh.. yang kali aja dibutuhin sama gue…. hiks.. yang tauk imel, lewat imel, lewat YM, ato lewat FS juga boleh… yah.. yah.. yah…