Forgiven but not Forgotten

Seringkali kita bilang "ya saya memaafkanmu", tapi semua hal yang dimintai maaf itu masih diingat oleh kita.
Apakah itu dendam?
Mungkin bukan… manusia memiliki kemampuan luar biasa dalam mengingat, terutama jika telah terekam dengan baik di memori jangka panjangnya dan disimpan pada folder yang tepat sehingga mudah untuk dipanggil kembali.
Ketika mengingat hanya sekedar proses kognisi seperti saat menghafalkan tahun-tahun pada pelajaran sejarah di smp ato sma terkadang ingatan tampak tidak mau kompromi dengan keinginan kita untuk menghafalkan semua tahun itu dalam waktu semalam.
Hanya saja ketika hafalan itu dibikinkan jembatan keledainya, seperti nama-nama unsur kimia golongan IX (eh.. betul gak nih?) banyak diantara kita yang dapat mengingatnya dengan mudah karena dikaitkan dengan sesuatu yang lucu, ato bahkan cenderung nakal dan jorok (ingat… Heboh Negara Arab Krana seX(e) Rnjang)
Memory manusia memang aneh karena ia bekerja tidak hanya secara prosedural akan tetapi berkaitan erat dengan emosi. Karena suatu trauma orang bisa melupakan satu bagian dari hidupnya karena mengandung emosi yang negatif. Kenangan indah saat kencan atau sekedar melihat seseorang signifikan walau dari jauh bisa tersimpan dengan baik dalam folder yang sangat mudah dan cepat diakses karena memiliki emosi yang sangat positif. Begitu juga rasa marah, sedih dapat dengan mudah terpanggil kembali walau tidak diinginkan oleh yang merasakan.
Mungkin memang seharusnya tidak dilupakan, hanya saja diturunkan  kadar emosi negatifnya, sehingga sesuatu dapat diingat oleh seseorang dengan lebih objektif
sehingga menjadi suatu pelajaran berharga dimasa yang akan datang.
Kembali lagi pada pelajaran sejarah, bukan tanggal atau tahunnya yang penting, namun apa yang terkandung dan harus dimaknai pada momen itu, sehingga kita belajar banyak untuk tidak menjadi keledai si bodoh yang jatuh terperosok pada lubang yang sama.
Pertanyaan besarnya…. how the hell i dump this feelings?
Kembali lagi pada kiasan yang selalu di pergunakan psikolog…..
"Psikologi itu untuk anda bukan untuk saya"
hehehe…. ;-p
ternyata bukan hanya rocker yang manusia *wink*

2 Responses to “Forgiven but not Forgotten”

  1. Wasti Says:

    hahahaha…setuju..psikologi HANYA untuk anda, kita kan juga manusia ya raaaa…!!!

  2. Abi Says:

    Berarti posting gua:

    http://abihaha.blogspot.com/2006/12/lupa.html

    cukup psikoanalisis ya Ra?

Leave a Reply