Badanmu ingatanmu
Ketika mengingat sesuatu peristiwa, seseorang, sesuatu terkadang sayaa membutuhkan suatu media untuk mengingatnya. Misalnya saat saya kehilangan suatu barang, misalnya dompet (hehehe saya banget) karena ga seperti HP yang bisa ditelepon untuk mengetahui keberadaannya maka untuk mengingat kembali keberadaan dompet itu maka biasanya saya melacak kembali dimana dompet itu terakhir teringat masih berada dalam genggaman saya sampai I lost my memory. Setelah itu kita berusaha berada diposisi yang sama dan biasanya saya akan mengulangi kembali gerakan yang telah dilakukan sebelumnya sampai akhirnya saya menemukan dompet sialan itu (dah ga ada isinya pake ilang lagi).
Apa yang dilakukan itu adalah mengingat dengan menggunakan badan. Selain terdiri atas otak yang memang tugasnya adalah mengingat, badan juga terdiri atas otot-otot serta panca indera yang juga memiliki ingatan (somatic memory) yang dapat membantu orang lain untuk mengingat akan sesuatu. Somatic memory termasuk pada ingatan implisit yang mengingat secara tidak sadar (Unconscious), prosedur yang sifatnya otomatis, pengkondisian, berasal dari indera maupun yang bersifat emosional.
Itu sebabnya Jacky Chan dalam film Who am I tetap jagoan kungfu walau sudah ditahbiskan menjadi salah satu anggota suku di Afrika, karena kemampuan olah badan seperti kungfu, bersepeda, menyetir maupun mengetik 10 jari diingat oleh
otot-otot yang melakukannya secara prosedural. Ingatan somatic ini pula yang membuat kita selalu tahu letak hidung kita walaupun dalam keadaan mata tertutup.
somatic memory ini menjadi jembatan antara ingatan yang emosional dengan suatu kondisi.
Berada pada tempat dimana seseorang menggunakan putau untuk pertama kalinya dapat menjadi pemicu seorang pengguna yang telah bersih untuk menggunakan kembali, hanya karena ia mengingat rasa pada lidah dan aliran darah, bau putau yang diasosiasikan dengan kenikmatan menggunakannya.
Demikian pula saat mendengar lagu "You come to my senses"-nya Chicago tahun 1991/1992-an dapat membuat teman saya mengingat wanita istimewanya namun tidak dapat mengingat wajah wanita tersebut. (baca abi lupa)
Mungkin teman saya itu perlu kembali lagi ke kelasnya ketika SMA sambil menggunakan baju seragam SMA dan duduk di tempat yang sama (hmmm masih cukup ga ya tempat duduknya *wondering*) agar ia dapat mengingat dengan jelas seperti apa wajah wanita cantik itu, dimana letak tahi lalatnya, kulitnya yang putih seperti marmer dan tentunya akan sangat membantu untuk mengingat suaranya yang serak-serak berat (hehehe… gw ngebantu elo untuk nginget ga Bi?)
Tapi yang repot adalah ketika kita dalam kondisi yang sangat tidak ingin diingat dan sifatnya traumatis, somatic memory ini ga mau kompromi, karena dalam kondisi seperti ini somatic memory adalah satu-satunya memori yang aktif dan merekam semuanya saat kondisi kesadaran kita ditekan untuk tidak mengingatnya secara sadar.
Ingatan somatic ini adalah jembatan dari tubuh dan jiwa yang terkadang suka tidak sinkron satu sama lainnya saat menghadapi masalah. Dengan bantuan dari somatic memory ini lah kita bisa menggunakan tubuh kita untuk mencari link yang hilang dari masalah yang selama ini diingat secara subjektif. Tidak seperti cognitive memory yang dapat ditafsirkan ulang sehingga ingatan menjadi subjektif, somatic memory mengingat apa adanya karena tidak memiliki bahasa untuk menafsirkan suatu kejadian yang direkamnya. Ia hanya mengingat posisi atau situasi dan emosi yang menyertainya seperti jantung yang berdebar-debar disertai perasaan hangat saat melihat seseorang yang dirindukan mencuri pandang maupun menatap tajam dengan penuh arti.
Well….
Ternyata orang Jepang ada bener juga,
dibalik badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
eh.. ga nyambung ya…
ya.. udah ntar lagi nyambungnya….. dah malem ngantuk nih…
mudah2an bisa nyambung dengan cara-cara terapi yang memanfaatkan badan untuk mengatasi masalah psikologis.
(btw yang mau baca lebih lanjut silakan dari buku "The Body Remembers" ditulis oleh Babette Roschild, 2000)
May 13th, 2007 at 7:30 pm
njir, ini mah udah 3 SKS belajar soal memori… betul?
May 13th, 2007 at 9:02 pm
ra, keren.
gw juga sempet belajar dan mengeksplor ini.
belum digarap lagi.
belum punya lawan yang pas..
May 14th, 2007 at 8:08 am
Sial! psikolog yang satu ini ternyata tidak menjaga privasi!
Btw, bukan kulitnya Ra, tapi matanya.
Lebih celaka lagi kalo yang muncul malah sosok pelawak itu. wakakakakak… mampus deh gua!
May 15th, 2007 at 11:32 pm
bagus kak, jadi ngerti ada somatic memory
April 11th, 2008 at 2:00 pm
??? hehehe sounds ira… kadang sulit gw cerna kadang harus gw telen aja kayaknya hihihi tapi gw suka dengernya, cocok lo jadi psikolog ra, jangan ganti propesi yak
April 11th, 2008 at 2:01 pm
??? hehehe sounds ira… kadang sulit gw cerna kadang harus gw telen aja kayaknya hihihi tapi gw suka dengernya, cocok lo jadi psikolog ra, jangan ganti propesi yak